Monday, December 10, 2018

Makna Warna Pada Kain Sasirangan Banjarmasin


Kain sasirangan Banjarmasin merupakan salah satu promadona dikalangan masyarakat Banjarmasin dan kalangan wisatawan. Kain sasirangan biasanya digunakan untuk acara acara adat di Banjarmasin. Kain sasirangan ini memiliki nilai sejarah yang sangat panjang dimana kain ini pertama kali dibuat pada abad ke XII saat Lambung Mangkurat Menjabat Sebagai Patih di negara Dipa. 

Dimana pada mulanya kain sasirangan ini dibuat untuk penyembuhan orang sakit. Yang mana ketika ingin menggunakan kain sasirangan untuk penyembuhan maka harus di pesan secara khusus terlebih dahulu. Ketika digunakan untuk proses penyembuhan orang yang sakit kain ini berguna sebagai sarana pelengkap dalam terapi pengobatan suatu jenis penyakit.

dimana setiap warna yang di miliki oleh kain sasirangan ini memiliki makna yang berbeda beda. Berikut ini adalah beberapa makna yang terkandung dalam setiap warna kain sasirangan Banjarmasin yang perlu kalian ketahui.

•    Warna kuning, Kain sasirangan dengan waran kuning digunakan sebagai tanda bahwa orang yang memakainya sedang dalam proses penyembuhan penyakit kuning. Atau dalam Bahasa banjar biasa dikenal dengan kana wisa.
•    Warna merah, kain sasirangan warna merah merupakan tanda bahwa orang yang sedang memakainya sedang dalam proses penyembuhan dari sakit kepala dan sulit tidur.
•    Warna hijau, kain sasirangan warna hijau digunakan sebagai tanda bahwa orang yang memakainya sedang dalam penyembuhan dari penyakit lumpuh atau stroke.
•    Warna hitam, kain sasirangan warna hitam digunakan sebagai tanda bahwa oranng yang sedang memakainya sedang dalam proses penyembuhan dari penyakit demam dan kulit gatal gatal.
•    Warna ungu, kain sasirangan waran ungu digunakan sebagai tanda bahwa orang yang memakainya sedang dalam proses penyembuhan dari sakit perut atau diare, disentri dan kolera.
•    Warna coklat, kain sasirangan warna coklat digunakan sebagai tanda bahwa orang yang memakainya sedang dalam proses penyembuhan dari penyakit tekanan jiwa.

Itu tadi beberapa makna dari warna yang digunakan dalam kain sasirangan Banjarmasin. Namun sekarang ini seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. kain sasirangan sekarang ini lebih sering digunakan untuk  acara adat dan juga untuk kegiatan formal lainnya.



No comments:
Write comments