Kenapa Satelit Tidak Jatuh Ke Bumi?

Pernah tidak terpikir oleh anda, manusia kan bisa berdiri tegak di bumi karena adanya gaya gravitasi, lalu kenapa satelit buatan manusia bisa terbang diatas bumi tanpa kembali jatuh ke bumi? Intinya, bagaimana caranya satelit bisa terus berputar pada orbitnya? Kalau anda belum tau pengertian satelit, silahkan dibaca artikelnya.

Bayangkan saja ilmu yang dibutuhkan dan analisis teknikal yang harus dilakukan para ilmuwan agar ini dapat terjadi, menempatkan satelit pada titik yang tepat agar tidak jatuh. Disini saya akan mencoba untuk menjelaskan bagaimana fenomena ini bisa terjadi. Silahkan disimak ya.

Orbit, Gravitasi dan Kecepatan Orbit

Sebelum anda membaca lebih lanjut, penting untuk mengerti apa itu orbit. Singkatnya, orbit adalah sebuah jalur atau lintasan yang dilalui oleh sebuah satelit saat mengitari sebuah planet. Johann Kepler menemukan sebuah teori matematis yang menyatakan bahwa orbit sebuah planet itu tidaklah bulat, tapi elips atau lonjong.

foto:dbagus.com
foto:dbagus.com

Kenapa lonjong, tidak bulat? Johann Kepler menjelaskan bahwa agar sebuah satelit tetap dapat terus mengitari bumi tanpa jatuh, satelit tersebut harus memiliki kecepatan yang cukup kencang. Tentunya anda sudah tau kalau gaya gravitasi adalah gaya tarik bumi. Agar tidak jatuh ke bumi, secara logika sebuah satelit harus menyeimbangkan gaya tarik tersebut secara berlawanan.

Kecepatan ini didapatkan sebuah satelit secara berulang-ulang. Darimana? Dari gaya gravitasi bumi yang menarik dengan keras satelit tersebut saat orbit dekat, dan menarik dengan pelan saat satelit tersebut berada di orbit jauh. Walaupun tertarik dengan keras, satelit ini tidak jatuh.

Malah gaya gravitasi yang keras tersebut dimanfaatkan sebagai penyelaras kecepatan mengorbit. Kecepatan orbit awal yang memberikan tenaga kepada satelit untuk mengorbit pertama kali, dari situ satelit mendapatkan kecepatannya pertama kali agar tidak jatuh. Dari roket peluncur. Sehingga Inilah yang disebut penyeimbangan gaya gravitasi bumi.

Susah dimengerti? Bayangkan begini saja. Kalau tidak ada gravitasi yang menarik satelit untuk mengitari bumi, maka apa yang terjadi ketika satelit mencapai orbit? Satelit tersebut tidak akan mengitari bumi, melainkan terus saja lurus sampai ke antah berantah. Mengerti?

Jarak Orbit & Kecepatan orbit

Adanya orbit dekat dan orbit jauh inilah yang menciptakan teori bahwa orbit itu berbentuk elips. Karena kalau bentuknya bulat, maka tidak ada orbit yang dekat dan orbit yang jauh. Sedangkan tanpa orbit dekat dan orbit jauh, kecepatan satelit tidak dapat dipertahankan dan satelit akan jatuh ke bumi.

Kecepatan satelit dapat menyeimbangkan gaya gravitasi bumi, sehingga satelit tersebut tidak jatuh ke bumi, atau keluar dari orbitnya. Besarnya kecepatan ini juga dipengaruhi oleh jarak satelit tersebut dari bumi. Semakin dekat dengan bumi, harus semakin tinggi kecepatannya karena gaya gravitasi semakin besar. Semakin jauh dari bumi, semakin rendah kecepatannya.

Kecepatan dan jarak satelit dari bumi akan menentukan berapa lama satelit tersebut akan selesai satu kali orbit. Sehingga semakin jauh satelit tersebut dari bumi akan berakibat semakin pelan, dan semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu kali orbit.

Satelit, Bulan & Bumi

Satelit telekomunikasi dan bulan mengitari bumi, sehingga mereka adalah satelit bumi. Bumi sendiri adalah satelit matahari, karena bumi mengorbit terhadap matahari. Alasan kenapa satelit tidak jatuh ke bumi sama dengan alasan kenapa bulan tidak jatuh ke bumi. Sama juga dengan alasan kenapa bumi tidak tertarik gravitasi matahari dan tabrakan. Adanya “Gerakan”. Semua satelit itu intinya selalu bergerak, sehingga mereka tidak jatuh. Oke? Semoga anda mengerti dan ilmunya berguna, salam!